Secangkirharapan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

trip on papuma part1 11 September 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 8:01 am

perjalanan pertama ke papuma…

Awalnya g ada gambaran sama sekali kaya’ apa pantainya. Liat di internetpun nggak. Yang aku tau cuma cerita dari temenku aja….
dari ceritanya itu yang bikin aku penasaran banget. Sampe akhirnya, aku bela-belain datang ke kota jember hanya untuk melihat indahnya pantai papuma.

Oya, aku kasih info sedikit tentang papuma. Pantai papuma itu letaknya di daerah jember persis di dekat pantai Watu Ulo.
Pemandangan pantai papuma bagus banget. Nggak nyesel aku datang jauh-jauh dari malang cuma buat liat pantainya ajah..hehe^_^
Waktu itu aku ma temen-temenku pergi ke pantai papuma pagi sekitar pukul setengah enam pagi. Maksud hati sich pengen liat sunrise karena pantai nya emang menghadap ke arah timur, tapi ternyata sampe sana mataharinya udah muncul….jadi hilang dech satu moment yang ditunggu-tunggu. Ssampe sana, mataku di sambut oleh pemandangan yang indah banget. Tapi aku belum puas menikmati keindahan pantai karena temenku buru-buru ngajak balik kerumahnya untuk sarapan pagi.

ne da oleh-oleh foto waktu di pantai papuma

pemandangan 3

pemandangan 4

pemandangan1

pemandangan 2

pemandangan5

pemandangan6

sunset di papuma

sunset aseli jepretanku lhoh....hehehe

beach in book

nah..gimana komentarnya??

ne hasil jepretan dari camdig ku sendiri loh..(bukan ambil dari internet!) di tambah sedikit otak atik disana-sini biar hasilnya keliatan bagus.hehe ^_^

 

fenomena aborsi 27 Agustus 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 7:33 am

Tiap tahun kasus aborsi makin bertambah banyak, dan yang paling mengejutkan adalah sebagian besar yang melakukan aborsi adalah perempuan seusia kita. Seperti yang aku baca secara online di kompas.com, yang berjudul “Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi“disitu disebutkan bahwa “di Indonesia setiap tahunnya terdapat 2,6 juta kasus aborsi. Sebanyak 700.000 pelaku aborsi itu adalah remaja atau perempuan berusia di bawah 20 tahun. Penyebab utamanya adalah kurangnya perlindungan terhadap perempuan.”

Setelah ngebaca berita itu, aku ngrasa miris banget. apa yang dipikirkan oleh para perempuan itu sehingga mereka berani memutuskan untuk melakukan aborsi? padahal resiko melakukan aborsi tersebut sangat besar dan juga berbahaya. Mereka lebih melilih kesakitan daripada harus menanggung malu dan menghadapi gunjingan masyarakat sekitarnya. ya bisa dibilang bilihan sulit sebenarnya ya…hupfh…

Namun apapun alasan mereka melakukan aborsi, pastinya mereka butuh dukungan dari berbagai pihak, lebih-lebih dari orang-orang terdekatnya. tapi nggak semua perempuan yang melakukan aborsi menceritakan permasalahannya kepada orang-orang terdekat terutama keluarga, karena menurut mereka hal itu bakal menjadi aib bagi keluarga.

Sekarang banyak lsm atau biro konseling yang menyediakan sarana untuk curhat dan berbagi pengalaman serta informasi mengenai aborsi. seperti yang dilakukan oleh Samsara. aku baca dari blognya (abortus.blogspot.com) Samsara adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen membantu dan menyediakan program pemulihan paska aborsi bagi mereka yang menderita akibat trauma aborsi. Itu sangat menolong sekali ketika seseorang merasa bingung akan hal yang dialaminya, lsm seperti samsara dapat memberikan informasi dengan benar sehingga seseorang yang ingin melakukan aborsi dapat berpikir dua kali  sebelum melakukan aborsi  sedangkan yang sudah terlanjur melakukan aborsi dapat segera mengambil tindakan positif untuk keluar dari keterpurukannya.

Tulisan ini hanya sekedar coretan yang tidak berarti apa-apa, namun aku harap informasi di dalamnya dapat berguna bagi sesama.amien..

oya, info lebih jelas mengenai aborsi dapat di lihat di www.aborsi.org

salam,

arsi

 

lagu the potters 24 Juni 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 11:41 am

dari kemaren nyari lagunya the potters susah amat y dapetnya..

cari di 4shared.com nggak ada, akhirnya hari ini aku menemukannya.hehe^_^

tapi sialnya ku nggak tau caranya ng-download! (haha….katrok yow…..!!)

pusing de…..

 

story…….. 24 Juni 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 11:27 am

Sore itu menjelang senja Ananda melangkahkan kakinya menyusuri jalan kampung yang tidak terlalu ramai. Ia mengingat-ingat kembali peristiwa yang baru saja terjadi hari ini. Di sebuah tempat yang cukup sederhana itu seorang laki-laki sedang berbicara kepadanya. Laki-laki itu bernama Akbar, seseorang yang sudah dikenalnya selama kurang lebih satu tahun ini selalu menemani hari-harinya dan akhir-akhir ini selalu ada dipikirannya. Siang itu mereka sedang asyik mengobrol. Tanpa Akbar sadari, Ananda selalu memperhatikan setiap gerak-gerik lelaki itu. Sesekali Ananda melihat dia memejamkan mata dan berdiam diri, nampak sekali wajah itu terlihat lelah karena baru saja pulang dari bekerja paruh waktu di sebuah penerbitan milik kampus di sebuah kota pelajar di daerah Jawa Timur. Sesekali pula ia dan lelaki itu terlibat pembicaraan yang ringan disertai canda tawa, namun beberapa saat kemudian tiba-tiba dia melontarkan kalimat yang membuat Ananda sempat tertegun.

akbar, “sebentar lagi aku akan pergi dari sini”
ananda, “pergi kemana?”
akbar, ”kamu ndak perlu tau aku pergi kemana, kalo aku pergi hidupmu pasti akan lebih tenang. Aku nggak akan membebani kamu lagi.”
ananda,”maksudmu apa? Emangnya kamu ngerasa kalo kamu beban buatku?”
akbar, “…” (menganggukkan kepala)
“aku nggak mau ada di belakangmu terus. Petualanganku masih panjang.”
ananda, “kamu pergi kemana? Aku nggak merasa kamu beban buatku, lagian tau dari mana kamu kalo kamu pergi aku akan baik-baik saja dan akan lebih tenang?”
“kamu merasa tertekan dan terkekang selama ada di dekatku?aku nggak pernah memintamu intuk berada dibelakangku”
akbar , “(diam sejenak) ada de…..sudahlah kamu ndak perlu tau aku akan pergi kemana, pokoknya jauh, dan aku minta kamu jaga diri kamu baik-baik ya…(sambil mengusap kepala ananda)”.

Pada saat itu hati Ananda sedikit tenang dan nyaman ketika akbar menyentuh dan mengusap kepalanya dengan lembut.

Ananda, ”iya jauhnya itu kemana? Masa’ nggak tau sich…kasih tau dunk…aku cuma pengen tau aja kok..nggak akan aku nyusul kamu..hehe…(sambil sedikit bercanda)”
Akbar, “aku ndak mau kamu nyusul, pokoknya jauh lah..kamu ndak perlu tau!. Yang penting jaga diri kamu baik-baik y?”
Ananda, “ye……g bakal kale aku beneran nyusul kamu! Hehe…..”
“iya…sebelum kamu minta pun, dari dulu aku juga udah jaga diri aku baik-baik kok, lagian siapa lagi kalo bukan aku sendiri yang jaga diri aku? Kamu sendiri toh juga g bisa jagain aku kan?”
Akbar pun ikut tersenyum dan ia pun berkata,” iya emang aku juga nggak bisa jagain kamu..”
Obrolan itu terus mengalir hingga tidak terasa hari sudah semakin sore. Sebelum Ananda pulang, ia tidak henti-hentinya menatap wajah Akbar. Seakan-akan hari itu adalah hari terakhir ia bertemu dengannya. Ananda juga terus memegangi tangan Akbar dan tidak ingin melepasnya.

Bersambung…….

 

what friends are for 20 Maret 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 3:34 am

honest friendswhat friends are for….

Kata-kata itu sering kita dengar atau mungkin sering kita katakan kepada sahabat-sahabat serta teman-teman baik kita. Kata-kata Itu merupakan wujud atau ungkapan rasa kepedulian seseorang terhadap teman baiknya.

Masih ingat dengan sinetron kepompong? Hmm……walopun aku sendiri tidak terlalu suka melihat sinetron tapi acara ini cukup menghibur lho…(hehe…sedikit promosi ^_^).

Oya sedikit bercerita ya…Sinetron ini menceritakan tentang lima orang sahabat yang tumbuh bersama sejak kecil. Susah senang mereka lewati bersama, berbagi suka dan duka serta cerita. Mereka juga saling membantu satu sama lain. Itu merupakan satu contoh bentuk persahabatan yang menurutku mengaplikasikan kata-kata what friends are for tersebut.

Kira-kira maksudnya tuch teman atau sahabat selalu ada ketika kita membutuhkan mereka begitu juga sebaliknya. Misalnya saja ketika kita sedang ada masalah dengan ortu, teman selalu mau mendengar curhatan kita,atau mungkin ketika kita baru saja putus dengan pacar, teman selalu siap menemani dan menghibur kita, dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa dilakukan oleh teman atau sahabat.

 

seperti apa yang diungkapkan dalam buku setengah isi setengah kosong karangan parlindungan marpaung (2005), nilai suatu persahabatan sebenarnya dilihat dari ketulusan hati dan kesediaan untuk berkorban bagi orang lain. Menjadi sahabat di kala senang dan berkelimpahan adalah hal yang wajar karena siapa pun bisa melakukan hal ini. Namun, menjadi sahabat justru di kala mereka dalam keadaan susah dan berduka menjadikan nilai persahabatan tersebut begitu tinggi. Berbahagialah kamu ketika kamu mempunyai sahabat-sahabat yang selalu menemanimu baik di saat suka maupun duka.

 

Suatu kalimat yang aku suka di dalam buku setengah isi setengah kosong ini yang diungkapkan oleh Richard Exley yaitu, ”sahabat sejati adalah orang yang mau mendengar dan mengerti ketika Anda mengungkapkan perasaan Anda yang paling dalam. Ia mendukung ketika Anda tengah berjuang. Ia menegur dengan lembut penuh kasih ketika Anda berbuat salah, dan memaafkan ketika anda gagal. Seorang sahabat sejati melecut Anda untuk pertumbuhan pribadi, mendorong Anda memaksimalkan potensi Anda sepenuhnya. Adapun yang paling menakjubkan, ia merayakan keberhasilan Anda seolah-olah keberhasilannya sendiri”.

 

Hmmmm……indahnya sebuah persahabatan, siapakah sahabat sejatimu?

apakah kamu termasuk seorang sahabat yang rela berkorban?^_^

 

sepi…. 7 Maret 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 9:16 am

terasa sepi di sini….
terasa ada yang hilang
rasa ini terhempas entah kemana
sesaat yang lalu terasa ramai namun tiba-tiba sepi datang
ada sedikit rasa kecewa karena tidak sesuai harapan
kenapa kata-kata itu terasa menyakitkan??
kenapa…

 

Far away 10 Februari 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 11:07 am

Mengenalmu kemarin adalah ketidaksengajaan

Berteman denganmu sekarang gak pernah terfikirkan

Yang ku tau saat ini kamu telah menjadi bagian dari hidupku

Saat ini, esok dan seterusnya kamu kan abadi dalam hatiku…

itu kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh seseorang kepada seorang sahabatnya, dari hati yang tulus dan ikhlas ia ucapkan kepadanya. sahabat itu hanya bisa menitikkan air mata. Hatinya tersentuh dan terharu akan kata-kata yang orang itu ucapkan. Sahabat ini tidak bisa lagi berkata apa-apa, dia hanya bisa terdiam dan terus menitikkan air mata.

apakah persahabatan ini hanya usai sampai di sini..
apakah perjalanan ini berakhir di tempat ini
tidak ada lagi perjalanan selanjutnya,
tidak ada lagi tawa dan canda dengannya,
tidak ada lagi..

jauh…
jauh sekali orang itu akan meninggalkan sahabatnya,
seakan ia tidak akan pernah kembali,
tidak akan pernah..

Sahabat ini hanya terdiam
dia tidak bisa melarang atau mencegah kepergiannya,
bukan karena ia tidak peduli
tapi karena ia tidak berdaya untuk mencegahnya pergi,
tidak ada daya dan upaya,
tidak juga harapan dan asa..

Sahabat itu hanya bisa mengucapkan selamat tinggal di dalam hati,
karena ia tidak akan sanggup mengucapkan salam perpisahan kepadanya,
Sahabat itu hanya bisa memberikan senyum kepadanya,
karena ia tidak akan sanggup melepasnya dengan kesedihan..

Selamat tinggal kawan,
Persahabatan ini tidak akan pernah berakhir,
baik itu sekarang maupun yang akan datang.

 

looking around “the world” 10 Februari 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 10:50 am

hari ini (Kamis, 29 Januari 2009) lagi nggak ada kerjaan di kantor jadi bisa browsing , ng-net sepuasnya..
dari satu komputer ukuran kurang lebih 14 inch aku dah bisa keliling dunia bertemu “orang-orang” yang unik dan mengagumkan..

aku mampir di beberapa blog milik teman, saudara dan beberapa orang yang nggak aku kenal tapi tulisan yang mereka angkat sangat inspiratif. Pengen rasa’na bisa menulis seperti mereka, bebas mengekspresikan apa yang ingin mereka sampaikan ada yang sangat menyentuh, gembira bahkan ada yang seakan-akan kita ikut merasakan dan mengalami apa yang di rasakan oleh penulis. kita diajak berpetualang, berpikir, sampai diajak untuk berpikir dari sudut pandang berbeda. Senang rasanya membaca setiap petualang yang mereka tuangkan dalam suatu kalimat. ingin rasanya ikut mengalami apa yang pernah mereka alami, lucu menegangkan bahkan sedih. Berbahagialah orang -orang yang bisa menuangkan pikirannya dalam sebuah cerita/kalimat karena menurutku dengan menulis kita bisa mengekspresikan apapun yang kita ingin ungkapkan.

Hmmmm……aku masih belum bisa menulis seperti mereka, sementara ne aku hanya bisa menjadi “pengunjung” dan pembaca setia blog-blog mereka..
Aku sedang belajar. Belajar menulis apa yang ingin aku tulis. Belajar untuk mengungkapkan apa yang ingin aku ungkap. Entah itu dari hati, pengalaman atau keadaan lingkungan sekitar. Sesuatu yang kecil akan sangat berarti ketika itu di ungkapkan. Karena dengan “berbicara” maka orang-orang akan tau apa yang kita pikirkan dan apa yang bisa membuat kita merasa gelisah, bersemangat bahkan peduli akan sesuatu. Berbicara bukan hanya lewat ucapan lisan tapi berbicara juga bisa lewat kata-kata dalam tulisan karena tulisan juga bisa mewakili jeritan hati. (hehe.. ngomong apa sich! mbulet!)

ach…pokoknya gitu de….^_^

(di ambil dari blogQ di FS)

 

sepenggal kisah 6 Februari 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 9:46 am

Pagi ini aku merasa malas untuk beranjak dari tempat tidurku, udara terasa sangat dingin karena semalam hujan sempat mengguyur kota Malang. Tapi aku harus bangun dan segera bersiap-siap berangkat ke kampus. Sisa-sisa hujan semalam pun masih terlihat ketika aku mulai menapaki jalan menuju kampus dengan motor kesayanganku. Yah…memang akhir-akhir ini kota Malang selalu di guyur hujan, hampir setiap hari suasananya di selimuti oleh mendung dan hujan terus menerus. Walaupun pada saat pagi hari mentari bersinar cerah seolah-olah siap menyambut hari ini dengan penuh semangat namun ketika siang menjelang awan-awan hitam mulai menggantung di setiap sudut langit menutupi mentari yang tetap berdiri kokoh di tempatnya nun jauh di sana Tetes demi tetes air hujan mulai membasahi kota Apel ini, tidak jarang kilat dan guntur pun ikut meramaikan dan menambah kesan dramatis melengkapi hiruk pikuk kehidupan kota ini. (halah!….bahasa’na tu lho..hehe)

Huff…….suasana hatiku akhir-akhir ini cocok sekali dengan suasana kota Malang yang kadang cerah secerah mentari pagi, namun sesaat kemudian tiba-tiba mendung dan beberapa waktu setelahnya turunlah hujan. Hujan yang tidak kunjung berhenti hingga saat ini. Bulan ini (Januari) seharusnya menjadi bulan yang menyenangkan bagiku karena di bulan ini aku berulang tahun. Tapi ternyata harapan akan bulan yang menyenangkan rasanya hampir tidak terwujud. Bukan kado bahagia yang aku dapat tapi kado yang menyedihkan yang aku terima. Yach…setidaknya aku harus bersyukur karena Allah SWT masih sayang kepadaku. Aku masih bisa hidup dan merasakan berbagai macam bumbu kehidupan hingga saat ini. Banyak hal dari pengalaman hidupku maupun pengalaman oranglain yang bisa dijadikan bahan pendewasaan diri. Ya memang, selama ini orangtuaku selalu mengajarkan untuk berkaca kepada orang-orang di sekitar kita. Dengan kata lain kita diingatkan untuk selalu tahu diri.

Hmmm……ngomong apa lagi ya……lhah kq bisa lupa gini!!!hehehe…….
Let me think…..

Oh iya…..seperti yang aku rasakan dan aku alami sekarang ini….aku punya keinginan bahwa di tahun ini semua persoalan-persoalan serta konflik-konflik yang akhir-akhir ini banyak bermunculan di dalam kehidupanku mulai teratasi dan mulai mereda, dengan kata lain tetap optimis semua persoalan bisa selesai tanpa to be continue lagi…..tapi apa daya ternyata persoalan itu makin membuatku hujan air mata terus menerus baik itu secara phisicly (keliatan kalo beneran nangis!!ichh cengeng banget y…^_^) maupun secara batiniah….huhuuu……ngenes rasanya….serasa menghujam jantung banget..(ngutip judul lagu’na tompi dikit). Ingin rasanya berlari dan berteriak menjauh dari hantaman yang bertubi-tubi dari orang-orang itu, melampiaskan kekesalan, kesakitan yang sudah lama terpendam sekian waktu. Tapi aku tidak boleh lari, karena dengan berlari maka aku adalah orang yang pengecut, karena dengan berlari maka mereka akan terus mengejar hingga aku menyerah. Aku harus menghadapinya.

Aaaarrrrgghhh……………!!!!!!! aku ingin teriak!!!! Aku kesal!!!! Aku ingin sendiri untuk sementara waktu….menjauh dari keramaian, menjauh dari orang-orang yang menyudutkanku.
Ffiuuuhh…….sedikit lega rasanya bisa berteriak walaupun hanya lewat tulisan. Aku membayangkan tenangnya batin ini ketika bisa menghirup udara lepas seperti di pantai, berjalan menyusuri tepi pantai tanpa beralas kaki, menerawang jauh sejauh mata memandang hamparan air laut yang biru, langit yang cerah, buih-buih saling berkejaran menuju tepi pantai berpasir putih dan lembut. Damai banget rasanya, melupakan kepenatan dan keruwetan masalah-masalah yang ada. Mencoba me-refresh kembali otak kita agar bisa berpikir jernih. Patut di coba tuch….yaw……mungkin lain waktu..

 

secangkir harapan 6 Februari 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — secangkirharapan @ 9:24 am

Alhamdulillah akhirnya sekarang aku mempunyai blog sendiri. Sebelumnya sempet nebeng juga sich di friendster (hehe..). Atas desakan sepupuku yang bilang kalo dia kesulitan ngasih coment di blog-ku jadinya lahirlah blog secangkir harapan ini.
Hmmm…..kenapa aku kasih nama secangkir harapan?Kenapa kok secangkir?kenapa nggak sebotol atau segudang sekalian biar tambah banyak gitu..hehe…..

Setiap orang pasti memiliki harapan masing-masing karena harapan itulah yang memotivasi kita untuk lebih bersemangat mewujudkannya. Dengan memiliki suatu harapan, kita mempunyai semangat hidup. Dengan memiliki harapan pula kita mampu bertahan dari keterpurukan dan bertahan dari sesuatu yang buruk sekalipun karena harapan memberi kita jalan menuju titik terang kehidupan. Tapi kita juga tidak boleh terlalu muluk berharap karena harapan yang berlebihan hanya akan menyakitkan hati. Ibaratnya nih bagai pungguk merindukan bulan, dalam artian kita mempunyai harapan yang tinggi tapi harapan itu sebenarnya tidak mungkin dapat diperoleh, jadi harus ada porsinya juga gitu. Jangan mengharapkan hal yang mustahil untuk dicapai. Dengan mengibaratkannya dengan secangkir harapan maka bisa dikatakan itu porsi yang pas. Tidak berlebihan juga tidak terlalu kurang. Pas dan cukup. Jangan lupa harapan tidak akan terwujud jika tidak ada usaha jadi secangkir harapan di tambah satu sendok teh usaha, insyaallah akan terwujud. (hmm….agak sedikit mbulet ya…hehe….)

Untuk yang terakhir..welcome to my blog, secangkir harapan buat kamu, aku, dan kita semua….selamat menikmati..
tenkYu .^_^.